Uncategorized

BUKAN HANYA TARI SAMAN

Tari Ratoeh Jaroe oleh SERAMBI UIN. Dok. admin

Tari Aceh tentu saja tarian yang berasal dari Aceh. Pucuk utara dan barat dari Indonesia. Saya tau apa yang ada di pikiran pembaca ketika membaca atau mendengar Tari Aceh, pasti Tari Saman (kalo salah mohon maaf). Nah, untuk sekarang ini orang-orang sudah salah kaprah mengenai Tari Saman. Dipikiran orang-orang tentang Tari Aceh hampir semuanya tentang Tari Saman. Padahal masih ada tari-tari lainnya.

Seperti yang kita tau bahwa Tari Saman ditarikan dengan duduk bersaf dan menggerakkan tangan dengan serentak. Begitu pula dengan Tari Aceh yang lain. Seperti Tari Ratoeh Jaroe dan Tari Likok Pulo. Kedua tarian ini ditarikan dengan duduk bersaf dan menggerakkan tangan secara serentak. Namun, Ratoeh Jaroe dan Likok Pulo tidak se-famous Tari Saman. Maka ketika ada ada tarian Ratoeh Jaroe atau Likok Pulo, orang awam pasti menyebutnya Tari Saman. Hmmm. Ini merupakan pemikiran yang perlu dibenarkan mengingat pentingnya melestarikan budaya kita.

Nah, berikut saya akan menjelaskan sedikit tentang tari Aceh, ini saya rangkum berdasarkan cerita dari teman saya yang merupakan Seniman dari Aceh. Tari Saman, tarian tradisional ini dulunya adalah tarian etnis Suku Gayo, dimana ras tersebut sebagai ras tertua di pesisir Aceh masa itu. Kostum yang digunakan dalam tari saman adalah kostum suku Gayo, dan dikendalikan oleh penari tengah. Tari saman tidak menggunakan alat musik lainnya, mereka memanfaatkan bunyi suara yang dihasilkan dari tepukan tangan. Tarian ini masuk ke daftar UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. Tari saman tidak diperbolehkan ditarikan oleh perempuan, kostum yang digunakan pun tidak sembarangan dan bahasa yang digunakan pun harus bahasa suku Gayo.

Kemudian ada Tari Tarek Pukat. Tari ini sangat unik karena menggambarkan akitivitas nelayan yang akan menangkap ikan. Jika dilihat dari sejarahnya tarian ini terinspirasi dari para nelayan di Aceh, Karenamasyarakat Aceh saat itu sebagian besar profesinya adalah seorang nelayan. Makna dalam tarian ini singkatnya adalah kerja sama dan kebersamaan. Musiknya pun menggunakan alat musik tradisional. Walau gerakannya hanya begitu-begitu saja, tapi tarian ini memiliki kejutan diending nya.

Selanjutnya ada Rapa’I Geleng. Apa ada yang belum pernah Rapa’I geleng sebelumnya? Baik, saya akan menjelaskan sedikit. Tarian ini awalnya berasal dari Manggeng, salah satu daerah di Aceh Selatan. Kemudia dikembangkan oleh seorang anonim. Pada umumnya tarian ini dibawakan oleh laki-laki. Tarian ini berirama dengan rapa’I yang dimainkan oleh para penari. Rapa’I merupakan alat music tradisional aceh yang menyerupai Rebana.

Selain keunikan dalam gerakannya, Tari Aceh memiliki keunikan dalam nyanyian/syair dalam tariannya. Syair dari Tari Aceh biasa berupa cerita nabi, sholawat, ujaran-ujaran tentang islam. Ada salah satu syair Tari Aceh yang paling saya suka, yaitu “Jud Makjud” Lirik ini menjadi bagian dari Tari Likok Pulo. Kira-kira seperti ini liriknya:

Hai jud mak Jud jikurok-kurok gunong

Jikeneuk tamong u dalam donya

Uro jikurok malam ji seube

Malaikat the geyudo teuma

Lirik ini menceritakan bahwa Yakjud dan Makjud yang sedang terkubur di dasar gunung. Mereka setiap hari menggali ke atas gunung supaya bisa keluar ke dunia, namun setiap malam ditutup lagi oleh para malaikat supaya mereka tidak bisa keluar.

Berdasarkan penjelasan saya diatas, saya berharap masyarakat Indonesia lebih bisa membedakan mana Tari Saman dan mana yang bukan Tari Saman. Belum tentu yang ditarikan dengan duduk bersaf dan menggerakkan tangan secara serentak itu berarti Tari Saman. Saya ingin pandangan masyarakat mengenai Tari Aceh ini dirubah. Tari Aceh belum tentu Tari Saman. Untuk memberi tanda, Tari Saman itu umumnya ditarikan oleh laki-laki dan tidak ada pengiring musiknya. Walaupun di era sekarang sudah ada beberapa yang memodifikasinya dengan alat musik.

Saya tidak ingin Tari Aceh selain Tari Saman (seperti Tari Likok Pulo, dan Ratoeh Jaroe) direbut oleh bangsa  lain karena kita tidak mengenalinya. Untuk Tari Rapa’I Geleng, Tari tarek Pukat, dan Tari Ranup Lampuan ini berbeda. Dalam Tari Rapai Geleng penari membawa rapai, Tari Tarek Pukat penarinya membawa tali atau yang biasa disebut dengan pukat, sedangkan Tari Ranup Lampuan penarinya membawa bunga.

Memang Tari Saman Gayo, Tari ratoeh jaroe, dan tari Likok pulo itu mirip, tapi saya berharap penonton tidak langsung menyimpulkan bahwa itu tari saman. Kita perlu mengenalinya lebih dalam lagi. Terimakasih…

Disclaimer: Apa bila ada kesalahan info saya mohon maaf yang sebesar2nya. Apabila teman-teman ada yang lebih tau monggo tulis di kolom komentar. Mari kita sharing, because sharing is caring 🙂

Heliophobia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *