Environtment

Fenomena “Reusable Straw”

Udah pada pernah liat reusable straw kan? Atau malah udah pada punya? Yang udah punya coba komen di bawah ya.

Jadi reusable straw merupakan sedotan yang bisa dipalai berulang-ulang. Reusable straw ini di klaim sebagai pengganti sedotan plastik. Reusable straw biasanya dibuat dari stainless, bambu, atau kaca. Nah pertanyaannya? Apakah reusable straw benar-benar ramah lingkungan?

Pada dasarnya sedotan plastik, kaca, bambu, atau stainless sama-sama memiliki dampak negatif bagi lingkungan saat proses produksinya. Tapi menurutku reusable straw masih lebih baik dari pada sedotan plastik asalkan dipakai ratusan bahkan ribuan kali. Jika reusable straw hanya dipakai sekitar 10 kali saja lalu dibuang atau hilang, menurutku lebih tidak ramah lingkungan dari sedotan plastik.

Akan lebih baik jika warung makan, kafe, restoran, atau tempat makan lain yang menyediakan reusable straw, karena akan dipakai berkali-kali oleh pengunjung. Fenomena maraknya reusable straw ini sama dengan alat makan lainnya dan juga reusable bottle. Aku berharap tempat-tempat makan di Indonesia lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak menyediakan alat makan sekali pakai.

Seiring maraknya reusable straw dan alat-alat makan lain, maka banyak sekali perodusen yang memproduksi sedotan berbahan selain plastik. Bahayanya adalah jika produsen tersebut memproduksi sedotan atau alat makan yang tidak “foodgrade”. Ngeri kan. Sebagai konsumen kita juga harus cerdas dalam memilih tempat makan dan produk. Jadi sebelum membeli pastikan barang tersebut aman digunakan. Jangan sampai kita berniat untuk lebih peduli terhadap lingkungan tapi malah merusak diri sendiri. Aku menganjurkan kepada teman-teman untuk membeli barang-barang yang awet, sehingga gak gampang nyampah.

Jadi beli barang yang awet dan mari menjaga barang tersebut. Mari kita menjada bumi ini. Karena kita yang membutuhkan bumi, bumi tidak butuh kita.

Heliophobia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *