Pageantry

Menjadi Pageant Lovers #3 : Apa yang harus kita lakukan?

Sebagai pageant lovers, biasanya apa sih yang kalian lakuin? Follow ig para beauty queen? Ikut meet and great? Nobar? Atau apa nih? Komen di bawah ya. Nah sebagai pageant lovers, aku punya saran nih, hal-hal apa aja yang bisa kita lakuin yang dapat memberi dampak positif, bagi para beauty queen, bagi pageant lovers lain, bahkan bagi orang-orang non pageant lovers. Apa aja yang bisa dilakuin? Ada di bawah ini:

Pageant Lovers Indonesia saat mendukung Sonia Fergina Citra di ajang Miss Universe 2018 di Bangkok, Thailand. Pict by: Wollipop.detik.com
  • Mendukung tanpa merendahkan

Saat ini banyak banget tuh, yang kalo jagoannya kalah trus berubah jadi haters buat para pemenang. Sedih gak sih kalo liat yang kaya gitu? Kalo gak gitu ngebanding-bandingin, si A tu lebih bagus dari pada si B, si B gini gini gini sampe bongkar aib-aibnya. Buat apa coba? Mari kita menjadi pageant lovers yang pintar. Kalo emang kita dukung si A, kalah atau menang dia, kita harus terima. Si A menang, mari kita dukung ke tahap selanjutnya, si A kalah, tetep kita dukung. Masing ada kehidupan si A selanjutnya yang patut kita support. Kalo bukan jagoan yang menang, atau malah yang kalian gak suka, respect ajalah. Gak usah nge-bully mereka. Capek tau julid tu. Apa lagi kalo mereka gak peduli yakaaan. Lucu nya lagi, si A sama si B temenan akrab. Eh para fans nya yang berantem. OMG!

Pengalamanku pribadi, tiap ada pemilihan beauty queen nasional aku selalu punya jagoan. Dan sering juga jagoanku kalah. Sebel pasti. Tapi aku harus membuka pikiran dan hati. Kan juri lebih berpengalaman tuh dari kita. Apa sih yang bikin dia menang? Mari kita cari tau. Lama-lama kita pasti luluh juga. Contoh aja Puteri Indonesia batch 2018. Para darkhorse kan menguasai stage tuh. Jagoan aku (Karina Basrewan) dilepeh tuh. Sedih banget. Sampe nontonnya tuh males. Pasca malam final, aku kepoin nih trio Vanila. Beberapa bulan kemudian, baru deh suka banget sama mereka. Baru paham kenapa mereka layak menyandang title Puteri Indonesia.

Sebenernya tahun-tahun sebelumnya juga gitu, cuman 2018 nih emang yang paling kerasa sebelnya. Nah aku berharap kalian juga gitu. Mari membuka pikiran dan hati, jangan julid terus. Jadilah pageant lovers yang berkualitas.

  • Ambil pengetahuan sebanyak-banyaknya

Sebagai beauty queen tentunya gak cuman cantik aja dong, harus pinter juga. Wawasan luas, public speaking cas cis cus, dan menterrrr tentunya. Di setiap ajang beauty pageant, pasti ada pesan moral dan pengetahuan yang bisa kita dapat. Untung ajang internasional, tentunya kita bisa sambil mengasah kemampuan berbahasa inggris. Jadi jangan Cuma nonton dan sorak-sorak, kita bisa juga dapet pengetahuan melalui speech para beauty queen.

Selain itu kita bisa jadi lebih tau nih negara-negara yang ikut ajang beauty queen. Dan para peserta pageant pasti memberikan wawasan tentang negara mereka, which is mereka juga pengen negaranya semakin dikenal dunia. Apalagi, sekarang Miss Universe menerapkan sistem placement antar benua, jadi makin tau nih di benua ini ada negara apa aja ya kaan.

  • Turut andil dalam advocacy

Kegiatan ini nih yang biasa terlewatkan. Sekarang kebanyakan peserta pageant memiliki advocacy. Advocacy itu akan menjadi fokus mereka dalam bertugas sebagai penyandang gelar beauty queen. Dua ajang beauty pageant terbesar dunia, Miss Universe dan Miss World juga memiliki advocacy nih, tapi mungkin beda dalam penerapannya.

Apa yang harus kita lakukan untuk mendukung advocacy mereka? Jawabannya adalah kerja nyata! Jangan jadikan advocacy para pelaku pageant sebagai formlitas belaka. Kita juga bisa turut andil dalam advocacy mereka setiap hari. Contohnya yang gampang aja deh, simak ya

Advocacy Sonia Fergina Citra (Puteri Indonesia 2018 – Top 20 Miss Universe 2018) yaitu “Be Diverse Be Tolerant”. Dari nama advocacy-nya aja udah jelas tuh, kita harus toleransi atas perbedaan kita yang ada. Percuma banget menurutku kita capek-capek dukung Cik Son, vote teriak-teriak, jauh-jauh ke US buat teriakin doi, tapiiiiii dalam kehidupan sehari-hari kita masih suka nge-bully temen. Mari membuka mata gays. Cik Son teriak-teriak “Be Diverse Be Tolerant” di stage Miss Universe 2018 bukan formalitas belaka, tapi untuk menginspirasi kita. Mengurangi korban bullying yang menurutku banyak terjadi di Indonesia. So, mari kita turut serta dalam advocacy tersebut.

Selanjutanya advocacy dari Jolene Marie (Puteri Indonesia Lingkungan 2019 – Top 6 Miss International 2019) yaitu “Stop Using Single Use Plastic”. Percuma juga kita capek-capek dukung Jolene kalo kita kurang peduli sama advocacy-nya. Setidaknya kita turut mengurangi sampah plastik dengan tidak memakai botol plastik atau barang-barang sekali pakai lainnya.

Aku berharap 2 contoh di atas bisa membuat kita semakin sadar pentingnya advocacy Para beauty queen. Kita juga bisa ikut serta dalam merealisasikan advocacy mereka. Kerja Nyata!

  • Memberi kritik dan saran yang membangun

Sebelum memulai penjelasan, aku berharap temen-temen udah bisa bedain dulu mana kritik atau saran, mana hate comment/ hate speech. Soalnya, sekarang tu banyak banget hate comment yang mengatasnamakan kritik. Kata-katanya kasar banget, pas ditegur bilangnya “Beauty Queen kok gak menerima kritik dan saran”. Lah, kritik dan saran itu ada etikanya, sayang. Setidaknya mulailah dengan menyebut kelebihan mereka dulu, kemudian utarakan apa yang perlu dibenahi dengan bahasa yang santun.

Terus, dimana kita bisa kasih kritik dan saran itu? Sosmed tentunya. Kita bisa berkomentar atau DM mereka. Jangan mengira mereka gak baca. Menurutku mereka bakal baca itu, walaupun gak dibales. Apalagi kalo komentar kita bagus, banyak yang like, nah muncul paling atas kan, kebaca pastinya. So, jangan ragu-ragu buat ngutarai kritik dan saran kalian, tapi inget! Harus sopan dan tidak menjatuhkan.

  • Berdoa

Terakhir adalah berdoa. Jangan sekali-kali meremehkan kekuatan doa. Doa akan tetap sampai walau bermil-mil jauhnya. Jadi jangan lupa buat doain mereka juga. Kalo temen-temen muslim bisa nih doain mereka setelah sholat. Jangan sorak-sorak aja ya gays, berdoa juga perlu.

Nah, itu aja saran dari aku soal apa aja yang perlu kita lakukan sebagai “pageant lovers yang berkualitas”. Sebagai pageant lovers kita juga turut menentukan akan dibawa kemana dunia pageant di Indonesia. Mari kita buktikan bahwa pageant dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Kalo ada yang punya saran lain, bisa komen di bawah ya. Mari kita sharing! J

Heliophobia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *