Life

Pendapatku Tentang Sukses

Langit Blitar dengan segala kecerahannya tanpa Corona (24/04/2020)

Kita semua pasti pengen sukses. Tapi sukses itu kayak apa sih? Mungkin sebagian orang ada yang menganggap kalau sukses itu kaya, duitnya banyak, barang-barangnya mewah, rumahnya mewah kaya hotel bintang 5, kemana-naik mobil mewah atau jet pribadi. Ada sebagian lagi yang bilang sukses itu jabatannya tinggi. Jadi rektor, menteri, gubernur, presiden, dan pemimpin-pemimpin lain. Sebagian lagi ada yang bilang sukses itu kalau sudah terkenal dan banyak penggemarnya. Ada lagi yang bilang sukses kalau udah keliling dunia, bisnis dimana-mana. Dan apalah-apalah lain soal kesuksesan.

Terus menurutku sukses itu apa? Kalau didefinisikan, sukses itu ketika bisa mencapai keinginan kita tanpa merugikan orang lain. That’s it! Mau apapun keinginan kita, harta – tahta – chef renatta (eh kok?). Yang penting kita gak merugikan orang lain. Jangan menjadi pedagang kaya yang jualannya banyak bohong. Mau sebanyak apapun kekayaannya itu gak sukses menurutku. Mau jadi pemimpin daerah tingkat apa pun, kalau masih politik uang, berarti bukan sukses (walau kerjanya juga bagus).

Aku berharap pendapatku ini menjadi pencerahan buat kalian. Buat apa sih kita kaya, terkenal, atau apapun yang membahagiakan kita, tapi cara mendapatkannya tuh gak halal. Kita bakal kepikiran juga, gak tenang hidupnya. Jadi wakil rakyat tapi korupsi. Mau berapapun uang yang didapat, pasti deh hidupnya gak tenang. Jadi pennyanyi tapi lagunya copas karya orang lain, gak tenang juga pas nyanyi. So, darimana enaknya?

Mari kita mulai memikirkan kehidupan orang lain juga. Jangan Cuma denger nyinyiran netizen aja. Mari kita menuju kesuksesan masing-masing dengan jalan yang benar. Syukur kalo jalan kita bermanfaat buat orang lain.

Kalo menurut kalian, sukses itu apa sih?

Heliophobia

2 Komentar

  • Al Irsyad

    Menurut saya yang menjadikan kita susah untuk mencapai sukses adl karena sukses kita hanya melihat pada hal” yg bersifat material, ataupun hal” yg diidentikkan dengan materi, dan juga kita memaksakan definisi sukses itu harus sama, misal jadi PNS, terkenal, dsb.

    Maka ketika sekarang saya ditanya apa cita” saya? Maka saya tidak punya cita”, karena saya tidak bisa menjamin apakah 1 menit lagi saya tetap hidup utk menggapai cita” atau tidak, kewajiban saya sekarang adl berusaha berbuat yg manfaat atau minimal tidak membuat kerusakan itu saja sudah sangat bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *