Life

Kenapa Membaca Buku?

Pict by: aminoapps.com

I can’t say that I’m a bookworm. I just love books. Aku suka membaca buku-buku fiksi seperti novel. Dan, genre novel favoritku adalah fantasi seperti Harry Potter series. Sejak SD aku sering membaca novel. Entah kenapa paling gak suka sama novel romance. Cepet banget lupa sama ceritanya.

Kenapa bisa suka baca novel? Hmmm I don’t know. Tapi kata Najwa Shihab “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!” Setelah baca quotes itu, aku langsung teringat akan sebuah novel yang ku baca di kelas 3 / 4 SD (Tahun 2008). Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela  karya Tetsuko Kuroyanagi. I think that book made me fall in love with reading. I’m sure.

Setelah belasan tahun mendambakan novel fiksi, akhirnya saat kuliah kehidupan berubah. Entah gimana ceritanya, menurutku dunia perkuliahan menyuruhku lebih banyak mengganti bacaanku ke buku-buku non fiksi. Selama sekolah aku selalu berfikir buku non fiksi itu cuma buku pelajaran. Kenyataannya banyak sekali buku-buku non-fiksi yang menarik juga seperti buku-buku mengenai self improvement. Ikigai, Filosofi Teras, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat contohnya. That’s cool man!

Tapi realitanya, aku gak suka baca buku non-fiksi. Mikir, jadi pusing. Buat baca 1 buku non fiksi harus memakan waktu lebih dari seminggu. Padahal kalau baca Peter Cs karya Risa Saraswati aja sehari aku bisa habis 2 buku. It shows that I don’t like reading non-fiction book. Tapi, setelah baca-baca buku non fiksi tu rasanya pengetahuan bertambah. Emosi jadi lebih stabil. Pokoknya selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Bukan berarti kalo baca novel gak ada pelajaran yang bisa diambil. Tapi kalau abis baca buku non fiksi tu lebih wow efeknya.

Berdasarkan efek dari baca buku non fiksi, aku memaksakan diri untuk terus membaca buku non fiksi. Meskipun lama, tapi aku anggap aja itu proses. Akibatnya jadi jarang baca novel. Sesekali aja untuk refreshing. Lalu inti dari post ini apa? Ya ngajak buat sering-sering baca aja.  

Heliophobia

6 Komentar

Tinggalkan Balasan ke Shohi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *