Books

Belajar dari Totto Chan

Pict credit: rumahbukuiqo.wordpress.com

Buku ini sudah lama ku baca sebenarnya. Tapi selalu saja memanggil-manggil untuk dibaca lagi. Pertama ku baca saat aku masih kelas 3/4 SD. Tahun 2008 tepatnya. Waktu itu aku diajak ibuku ke salah satu toko buku di kotaku. Sekarang tokonya sudah tutup. Shohi kecil tertarik dengan buku ini bukan karena sinopsis di belakang buku, tapi sampulnya. Desan sampul dan bahan sampul yang hard cover. Padahal ada pepatah mengatakan “Don’t judge a book by its cover”. Tapi saat itu aku belum mengetahui tentang pepatah itu. Beruntungnya aku, sampul buku Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela tidak menipuku.

Di post sebelumnya aku pernah mengatakan bahwa buku ini yang membuatku jatuh cinta pada membaca (cek post: Kenapa Membaca Buku). Buku ini yang membuatku untuk semakin penasaran dengan apa yang ada di luar sana. Disana yang tidak bisa ku jangkau selain dengan membaca buku. Fyi, post ini bukan resensi buku. Tapi post ini berisikan hal-hal yang aku pelajari dari buku Totto Chan.

Totto Chan adalah novel yang terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, Tetsuko Kuroyanagi (Goodwill Ambassador for UNICEF). Buku Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela menceritakan masa kecil Totto Chan di sekolah bernama Tomoe Gakuen. Sampai saat ini buku ini masih menginspirasiku. Memberiku semangat kala aku mendapat masalah.

Ini dia yang aku pelajari:

  • Teruslah belajar

Di buku ini ditunjukkan bagaimana Totto Chan penasaran dengan suatu hal. Ia terus belajar dengan caranya sendiri. Belajar apa yang ingin dia pelajari. Dan tidak menyerah tentunya.

  • Setia kawan

Totto Chan memiliki teman-teman yang berbeda dan unik di sekolahnya. Di buku ditunjukkan bahwa mereka saling menyayangi satu sama lain. Tidak ada bullying terhadap teman yang berbeda.

  • Menghormati orang tua

Totto Chan sangat menyayangi orang tua dan juga guru-gurunya (terutama kepala sekolah). Dia selalu menghargai apa yang telah diberikan kepadanya.

  • Move on

Dan terakhir move on. Ketika sekolahnya yang sangat dicintai di bom oleh tentara AS. Tak hanya kehilangan sekolah dan gerbong-gerbong kelasnya, tapi ia harus kehilangan kepala sekolah kesayangannya. Totto Chan sangat sedih. Tapi ia kemudian move on. Move on bukan berarti ia melupakan segala sesuatu tentang sekolah lamanya. Tapi berarti hidupnya harus terus berlanjut walau sekolahnya tinggal kenangan.

Keempat poin ini yang berusaha aku terapkan di kehidupanku sehari-hari. Walau terkadang masih suka mengeluh, tapi setidaknya aku berusaha. Setelah membaca buku, semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memetik pelajaran-pelajaran positif dari setiap buku yang kita baca. Aamiin –

Heliophobia

4 Komentar

  • CREAMENO

    Totto Chan juga termasuk buku yang saya suka dan sudah baca beberapa kali dari jaman saya masih anak-anak 😁 buku ini sepertinya salah satu buku yang sudah lama diproduksi dan dicetak berulang kali di Indonesia karena dari jaman baheula sampai sekarang tetap ada 😍

    Dan sama seperti mba Shohi, dulu waktu saya kecil, saya jadi bisa kenal ‘dunia’ setelah baca-baca buku penulis luar. Dari situ saya jadi tau kalau ‘dunia’ ini luasssss sekali ~ hehehe. Contoh sehabis baca Totto Chan jadi ingin ke Jepang, terus baca Lima Sekawan jadi ingin ke Eropa dan Amerika, etc 😆 so, nggak heran rasanya kalau buku disebut sebagai jendela dunia ~ 🙈

    Eniho, setuju dengan poin-poin di atas, yang terpaling saya rasakan dari buku Totto Chan adalah soal kesetiakawanan ❤

    • Shohi

      Betul banget mbaak. Abis baca buku ini jadi suka baca buku terjemahan. Semoga buku ini tetep di produksi dan dicetak berulang2 (kaya Harry Potter) krn emang moral value-nya ngena banget

  • Antyo®

    Salah satu hal yang saya ingat, selain sekolah alternatif Chan, adalah menu makanan yang mempertemukan unsur gunung dan laut.

    Soal pak guru yang telaten mendengarkan itu mulia banget.

    • Shohi

      Yaaa. Supaya anak2 makan gizi seimbang. Pendapatnya selalu didengar. Berharap sekali pengajar2 di Indonesia mencontoh tindakan2 baik guru2 disana

Tinggalkan Balasan ke CREAMENO Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *