Books

(Bukan) The Last Barongsay

Pict credit: shopee.co.id

Setelah sekian lama akhirnya baca novel lagi. Syukurlah. Apa yang harus disyukuri emangnya? Pesan moral dari novelnya dong.

Btw, minggu lalu baca novel judulnya “The Last Berongsay”. Kenapa judulnya gitu? Penulisnya pun juga gatau, wkwk. That’s interesting …

Singkat cerita, novel nyeritain perjuangan club seni barongsay buat menangin festival barongsay nasional. Dengan segala halangan rintangan serta gonta-ganti plan buat ikutan festival, akhirnya club ini berhasil join festival. Dan apakah mereka menang? No, mereka juara 2. Tapi mereka memenangkan hati penonton.

Cerita baru menurutku. Biasanya kalo kayak gini tuh endingnya menang kaya film “The Karate Kid”. Dengan segala perjuangan dan keterbatasan yang ada, akhirnya bisa mengalahkan lawannya yang sudah mega favorite dan punya banyak keuntungan. Tapi di cerita ini enggak. Mereka gak bener-bener jadi juara perlombaannya, tapi mereka memenangkan hati masyarakat. Kayak ngajarin ke kita, kalo pemenang tu bukan cuman yang megang tropi juara 1 doang, tapi setiap orang yang sudah berjuang. Walau gak officially menang tapi tergolong pemenang juga.

Trus kenapa post ini judulnya malah kebalikan judul novelnya? Karena aku gak pengen para pejuang di novel “The Last Barongsay” jadi pejuang terakhir. Aku berharap akan lahir para pejuang-pejuang generasi setelahnya yang menginspirasi dan bermanfaat untuk sesama. Simple!

Librarian

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *