• Books

    (Bukan) The Last Barongsay

    Setelah sekian lama akhirnya baca novel lagi. Syukurlah. Apa yang harus disyukuri emangnya? Pesan moral dari novelnya dong. Btw, minggu lalu baca novel judulnya “The Last Berongsay”. Kenapa judulnya gitu? Penulisnya pun juga gatau, wkwk. That’s interesting … Singkat cerita, novel nyeritain perjuangan club seni barongsay buat menangin festival barongsay nasional. Dengan segala halangan rintangan serta gonta-ganti plan buat ikutan festival, akhirnya club ini berhasil join festival. Dan apakah mereka menang? No, mereka juara 2. Tapi mereka memenangkan hati penonton. Cerita baru menurutku. Biasanya kalo kayak gini tuh endingnya menang kaya film “The Karate Kid”. Dengan segala perjuangan dan keterbatasan yang ada, akhirnya bisa mengalahkan lawannya yang sudah mega favorite…

  • Books

    Belajar dari Totto Chan

    Buku ini sudah lama ku baca sebenarnya. Tapi selalu saja memanggil-manggil untuk dibaca lagi. Pertama ku baca saat aku masih kelas 3/4 SD. Tahun 2008 tepatnya. Waktu itu aku diajak ibuku ke salah satu toko buku di kotaku. Sekarang tokonya sudah tutup. Shohi kecil tertarik dengan buku ini bukan karena sinopsis di belakang buku, tapi sampulnya. Desan sampul dan bahan sampul yang hard cover. Padahal ada pepatah mengatakan “Don’t judge a book by its cover”. Tapi saat itu aku belum mengetahui tentang pepatah itu. Beruntungnya aku, sampul buku Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela tidak menipuku. Di post sebelumnya aku pernah mengatakan bahwa buku ini yang membuatku jatuh cinta pada…